Blog ini saya buat dengan menggunakan template WordPress. Dan karena saya tidak memiliki koneksi internet di rumah ;-( saya terpaksa mempersiapkan blognya secara offline (ngga ada koneksi internet di rumah bukan suatu alasan untuk tidak membuat blog! :D ). Setelah saya siap dengan bahan-bahan postingan, pilihan theme, dan lain-lain, saya membeli sebuah domain dan menyewa jasa hostingan. Terakhir, saya mengupload blog yang sudah saya siapkan di rumah ke hostingan yang saya sewa. Voila! Blog ini pun akhirnya berhasil di-online-kan dan sekarang sedang kamu baca :P

Jadi, secara garis besar yang saya lakukan adalah:

  1. Mendownload template WordPress
  2. Mengolahnya di rumah secara offline dengan menggunakan server lokal
  3. Membeli domain
  4. Menyewa jasa hosting
  5. Mengupload blog yang ada di server lokal (rumah) ke hostingan untuk di-online-kan

Bingung? Baiklah, akan saya jelaskan satu per satu. Tapi, karena akan terlalu panjang bila dibahas sekaligus, maka saya akan membaginya ke beberapa postingan.

Mendownload template WordPress
Kita bisa mendownload template WordPress di http://wordpress.org. Saat saya menulis postingan ini, wordpress yang terbaru adalah versi 2.9 dan besar filenya 2,5 mb.

–          Kenapa memilih wordpress?

Karena fitur yang diberikan oleh wordpress sangat lengkap dan sangat mudah untuk mengolahnya. Orang-orang yang ahli dalam pembuatan blog, hampir semuanya menggunakan template wordpress. Jadi saya rekomendasikan para pembaca untuk menggunakan wordpress dalam pembuatan blognya.

–          Apa perbedaan wordpress.com dan wordpress.org?

wordpress.com mirip dengan blogger.com. Di sana kita dapat membuat blog secara gratis dan mudah. Namun, fitur dan theme yang disediakan cukup terbatas. Alamat blog kita pun menjadi ada embel-embelnya misalnya http://blogaku.wordpress.com sehingga tidak terlihat profesional, sedangkan di wordpress.org, kita dapat mendownload template script wordpress, namun kita tidak diberikan tempat (domain) untuk menggunakannya sehingga harus kita cari sendiri. Tapi kelebihannya, fitur dan theme yang dapat kita gunakan jauh lebih bervariasi, dapat kita cari dan ambil dari situs di luar wordpress sekalipun. Di samping itu, kita dapat menyimpan script ini di domain manapun yang kita mau (baik domain gratisan maupun berbayar) tanpa ada embel-embelnya, seperti blog ini http://trik-online.com sehingga lebih terlihat profesional :P

Oke, saya akan melanjutkan di postingan berikutnya tentang bagaimana cara menggunakan wordpress di rumah secara offline dengan menggunakan server lokal. Hal ini sangat menarik untuk dilakukan, jadi jangan sampai ketinggalan ya! :D