Kita sudah membahas bagaimana cara mendownload template wordpress. Yup, kita tinggal mendownloadnya di http://wordpress.org. Nah, sekarang bagaimana cara menggunakan template tersebut? Dalam kasus ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan template ini secara offline. Dengan kata lain, di sini saya akan menjelaskan bagaimana bekerja dengan WordPress secara offline.

Hal ini dapat bermanfaat antara lain untuk:

  • Jika kita belum punya blog, kita bisa berlatih membuat blog dengan wordpress secara offline. Kita dapat mengutak-atik sesuka kita. Hasilnya dapat kita online-kan dengan cara yang akan saya bahas di beberapa postingan selanjutnya
  • Jika kita sudah punya blog yang sedang online, kita bisa menggunakan cara ini untuk mengutak-atik script atau mencoba-coba bermacam-macam fitur dan themes tanpa perlu takut merusak blog kita yang sedang online. Kan bisa berabe kalau saat kita ngutak-ngatik langsung di blog yang online, ada pengunjung yang masuk dan ngeliat blog kita lagi berantakan -_-‘

Cara ini tidak hanya dapat digunakan untuk pembuatan blog wordpress, bisa digunakan untuk pembuatan situs atau blog lain dengan menggunakan template lain ataupun buatan sendiri

Perlu diketahui sebelumnya, bahwa langkah-langkah yang akan saya sebutkan adalah yang saya lakukan di komputer saya. Jadi mungkin saja akan ada yang berbeda dengan apa yang akan kamu coba. Kalau ada masalah langsung aja dishare di comment ya ^^

Baiklah, kita mulai.

1. Download software XAMPP
XAMPP merupakan freeware yang di dalamnya berisi bermacam-macam komponen seperti Apache, MySQL, PHP, dan lain-lain. Software ini bisa didownload di http://www.apachefriends.org/en/xampp.html. Pilihlah yang sesuai dengan OS (Operating System) kamu. Di sini saya memilih yang untuk Windows karena komputer saya menggunakan Windows XP.
Saat saya menulis ini, XAMPP yang terbaru adalah versi 1.7.3 dan besar filenya sekitar 50 mb

2. Download software Notepad++
Notepad++ merupakan freeware untuk mengedit text (text editor), mirip dengan notepad biasa namun lebih banyak fiturnya dan tampilannya pun lebih menarik. Sebenarnya ini tidak wajib, tapi saya menggunakannya karena lebih nyaman dan tidak ada salahnya bagi pembaca untuk mencobanya. Software ini bisa didownload di http://notepad-plus.sourceforge.net/uk/site.htm.
Saat saya menulis ini, Notepad++ yang terbaru adalah versi 5.6.4 dan besar filenya sekitar 3,5 mb

3. Install kedua software tersebut di komputer kamu
Keduanya install biasa aja kalau memang tidak mengerti apa-apa, install dengan setting default saja, tanpa perlu diubah-ubah. Perhatikan, di sini saya menginstall XAMPP-nya di path: “C:\xampp”, kalau Notepad++ sih bebas di mana aja ga ngaruh.

4. Aktifkan Apache dan MySQL
Masuk ke XAMPP Control Panel, lalu klik Start di samping Apache dan MySQL. Saya pernah mengalami masalah saat meng-klik Start tulisannya yang keluar ‘busy’ terus. Mungkin tidak terjadi di kamu, tapi kalau hal ini terjadi, kita bisa mengaktifkannya secara manual. Masuk ke folder XAMPP-nya, kalau saya di “C:\xampp”, lalu eksekusi file “apache_start.bat” dan “mysql_start.bat”. Biasanya cara ini berhasil.
Kalau Apache dan MySQLnya udah aktif, berarti sekarang komputer kamu sedang bekerja sebagai localhost (server lokal). Coba buka internet browser kamu, masuk ke alamat http://localhost, jika sampai sini langkahmu sudah benar, kamu akan melihat homepage XAMPP.

5. Konfigurasi MySQL
Masuk ke http://localhost/phpmyadmin, lalu buatlah database yang baru. Di bawah tulisan ‘Create new database’ tulis nama database yang diinginkan. Di sini saya mengisinya dengan ‘wordpress’ (tanpa tanda petik), lalu klik tombol Create di sebelah kanannya.

6. Pindahkan script WordPress ke komputer kamu
Extract file wordpress (yang kamu download di wordpress.org) ke dalam folder htdocs di dalam folder XAMPP yang kamu install tadi. Kalau saya berarti di path: “C:\xampp\htdocs”, dan hasilnya akan ada folder wordpress di dalam htdocs. Jadinya seperti ini: “C:\xampp\htdocs\wordpress”

7. Konfigurasi script WordPress
Masuk ke folder wordpress, kalau saya di path: “C:\xampp\htdocs\wordpress”, lalu buka file wp-config-sample.php dengan menggunakan software Notepad++ (boleh juga dengan Notepad biasa atau software lain sesuai selera) lalu di bagian:

// ** MySQL settings – You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define(‘DB_NAME’, ‘putyourdbnamehere’);

/** MySQL database username */
define(‘DB_USER’, ‘usernamehere’);

/** MySQL database password */
define(‘DB_PASSWORD’, ‘yourpasswordhere’);

  • Ubah ‘putyourdbnamehere’ dengan nama database tadi, kalau saya menjadi ‘wordpress’
  • Ubah ‘usernamehere’ dengan ‘root’
  • Ubah ‘youpasswordhere’ dengan ‘’ (kosong)

Sehingga hasilnya menjadi:

// ** MySQL settings – You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define(‘DB_NAME’, ‘wordpress’);

/** MySQL database username */
define(‘DB_USER’, ‘root’);

/** MySQL database password */
define(‘DB_PASSWORD’, ”);

Setelah itu, save as dengan nama wp-config.php (tanpa ‘-sample’)

8. Install WordPress
Masuk ke http://localhost/wordpress/wp-admin/install.php, ikuti langkah-langkah yang diberikan, ingat-ingat atau catat username dan password yang diberikan. Password dapat diubah lagi nanti.

9. Selesai!

Sekarang blog offline kamu ada di alamat http://localhost/wordpress, bisa kamu akses dan ubah layaknya blog online.

Jika kamu ingin login sebagai admin, masuk ke alamat http://localhost/wordpress/wp-login.php, masukkan user sama password yang sudah dikasih sebelumnya.

Jangan lupa untuk mengaktifkan Apache dan MySQL terlebih dahulu bila kamu ingin mengakses localhost. Bila belum aktif, browser tidak akan dapat mengaksesnya.

Di sini kamu bisa posting, mengubah theme, menambah fitur dan widget, dan lain-lain. Tentu saja bila ingin mengubah theme atau widget, kamu harus punya dulu filenya yang bisa didownload di internet. Terakhir, kamu bisa meng-online-kan blog yang kamu buat ini ke dunia maya yang sebenarnya. Caranya akan saya bahas di beberapa postingan selanjutnya. Untuk postingan selanjutnya akan saya jelaskan mengenai domain.

Ok deh, selamat bereksperimen dengan WordPress secara offline! :D