Setelah kita menjalani shaum sebulan penuh di bulan suci Ramadhan, akhirnya kita sampai di hari yang berbahagia karena hari ini adalah hari kemenangan dan hari untuk kita semua kembali suci, namun hari ini juga dirasakan cukup menyedihkan karena kita baru saja meninggalkan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah di mana semua kebaikan yang kita lakukan di dalamnyna akan dilipatgandakan pahalanya. Jadi kalau kemaren kita beramal shaleh, kita mendapat pahala multiplier yang cukup besar. Nah, mulai sekarang sampai 11 bulan ke depan, pahala multiplier kita kembali menjadi x1, alias tidak ada kelipatan pahala ;-( . Tapi tentu saja, hal itu jangan sampai mengurangi keinginan kita untuk beramal shaleh. Tetaplah berbuat baik, toh pahala sekecil apapun akan ada ganjarannya kan? :)

Lalu bagaimana kita menyikapi hari Idul Fitri ini?

Jangan balas dendam! xD Mentang-mentang kita sudah sebulan penuh menahan lapar, lantas kita ‘membalasnya’ di hari ini, kesannya kita tidak ikhlas dalam berpuasa di bulan Ramadhan kemaren. Banyak sekali kan orang-orang yang setelah berpuasa di bulan Ramadhan, berat badannya berkurang. Tapi di hari pertama lebaran berat badannya langsung kembali seperti sediakala, bahkan lebih daripada sebelum berpuasa. Walaupun tidak berdosa, tapi tetap saja kesannya negatif kan? Jadi makanlah sewajarnya :D

Selain soal makan, soal materi juga perlu diperhatikan. Siapa yang menjelang Idul Fitri pikirannya didominasi oleh barang-barang baru? Hayo ngaku :ninja: Puasa belum selesai, pikirannya udah ke baju baru, celana baru, celana dalam baru, sepatu baru, kaos kaki baru, rambut baru, parfum baru, dan lain-lain. Apalagi orang-orang tajir yang mikirnya lebih elit, mobil baru, rumah baru, laptop baru, cewe baru, dan lain-lain. Waduh-waduh, yang kita pikirkan cuma segala yang baru. Semangat dalam beriman dan bertaqwa haruslah baru, jangan sampai keimanan dan ketaqwaan kita di bulan Ramadhan berhenti hanya sampai tanggal 30 Ramadhan. Tapi kan materi tidak harus baru. Sedikit-sedikit tidak apa-apa asal jangan berlebihan aja.

Maaf, kenapa saya ngomong gini? Soalnya sungguh miris melihat realita kehidupan ini. Coba kita jalan-jalan ke factory outlet di mana orang-orang mampu membeli barang-barang baru. Mereka membawa plastik berisikan baju-baju mahal dan menentengnya ke factory outlet lain di dekatnya dengan berjalan kaki sambil tertawa bahagia. Di trotoar jalan yang mereka lewati ada seorang nenek tua dengan pakaian compang-camping meminta sedikit sedekah. Apa yang dilakukan sebagian orang-orang mampu itu? Mereka tidak menanggapinya, bahkan mereka tetap tertawa sambil berlalu layaknya cuma ada batu kerikil tak penting di trotoar itu! Miris sekali melihat kejadian itu..

Sadarlah, di saat kita sibuk memikirkan “barang baru apa yang akan saya beli?”, di waktu yang bersamaan banyak orang-orang di luar sana sibuk memikirkan “hari ini saya bisa makan ngga ya..?” Jadi tolong, jangan lupakan mereka. Sisihkan sebagian THR kita untuk membantu mereka. Kita mungkin belum puas bila hanya mendapat uang seratus ribu rupiah, tapi bagi mereka uang lima ribu rupiah pun sangat berarti. Jadi sebenarnya dengan sedikit uang yang tidak begitu berarti bagi kita, kita bisa membahagiakan banyak orang yang bagi mereka sangat berarti.

Saya di sini hanya mengeluarkan pikiran aja, kalau ada yang salah saya mohon maaf..

Oh iya, sekalian saya ingin mengucapkan selamat Idul Fitri 1431 H! Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin ya! :D Semoga kita bisa bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun depan, toh bila saya mati yang paling saya inginkan adalah mati secara khusnul khatimah saat sedang beribadah di bulan Ramadhan :)

Semoga tulisan saya bisa sedikit membuka perasaan para pembaca untuk tidak berlebihan dan sering bersedekah, kalau ngga ya paling tidak sekedar mengingatkan aja untuk para pembaca umumnya dan untuk saya sendiri khususnya yang sering khilaf..

Selamat menikmati indahnya lebaran :)